Me



Saya seorang mahasiswa Prodi Manajemen Kepelabuhan dan Pelayaran dalam Fakultas Perikanan dan Kelautan di Universitas Karimun, Alamat sekarang tinggal di Batu Lipai setelah dahulu hidup secara nomaden.

Kegiatan saya saat ini adalah kuliah, kerja, mengurusi organisasi dan tak ketinggalan juga nulis di beberapa mensos. Kegiatan yang terakhir ini amat sulit untuk mendapatkan waktu yang luang, padahal menulis bisa dimana saja. Akan tetapi yang menjadi kendalanya ialah dibagian akhir yaitu menyusun serta mengeksposnya. Tidak ada fasilitas pendukung guna memenuhi hobby yang baru awal tahun 2016 tadi saya minati.

Menurut historis saya dilahirkan di sebuah desa yang bernama Desa Pengalihan Kec. Enock, Kab. Indra Giri Hilir (dekat kota Tembilahan), Prov. Riau, bertepatan pada hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 1996.

Orang yang membaca ‘’About Me’’ ini adalah orang yang beruntung, saya mengatakan demikian karena orang tersebut telah termasuk ke dalam orang-orang yang mengenal saya secara parsial terlebih lagi secara mendalam menurut historis, dan di episode lainnya akan ada episode spesial, yakni hal-hal yang paling berkesan selama saya hidup sampai saat ini. Data fakta seperti ini tidak pernah ada saya muat di beberapa literatur dan hanya keluarga besar saya saja yang mengetahui bagaimana keadaan saya di masa lampau.

Dulu, dulu sekali. Kala saya dilahirkan di sebuah rumah nenek, saya tidak terlahirkan seperti bayi-bayi lain pada umumnya. Badan saya kurus tapi buncit seperti penyakit busung lapar yang tejadi di bebrapa negara bagian afrika, lengan yang kecil dan kepala yang lebih besar dari badan membuat semua penduduk desa mengira sisa hidup saya tinggal menghitung bulan bahkan hari.

Tapi, alhamdulillah sekarang saya sudah bebas dari masa paceklik itu. Hidupnya saya sampai saat ini berkat buah usaha orang tua saya yang tidak pernah minder akan keberadaan saya dan juga selalu sabar serta tawakal dengan nasib yang diberikan oleh Tuhan diwaktu itu, peristiwa ini juga niscaya ada campur tangan dari yang Maha Kuasa.

Di saat memasuki sekolah dasar saya sudah seperti anak normal kebanyakkan, masa transisi menuju remaja saya sudah memiliki minat dalam dunia belajar setelah dahulu tidak ada sedikit pun niat dikepala untuk rajin apa lagi giat dalam belajar. Nilai pas-pasan dan tulisan pun seperti cakar ayam.

Walau saya dahulu tergolong orang yang malas belajar tetapi saya rajin dalam menggeluti segala bidang olahraga, berbagai ajang perlombaan saya ikuti baik tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten dan yang paling membahagiakan mewakili provinsi KEPRI di kancah nasional -Futsal.

Masih teringat segar didalam kepala saya sewaktu kelas IV SD mewakili sekolah untuk mengikuti O2SN cabor bulutangkis dan Alhamdulillah juara lalu memawikili UPTD Meral & Tebing untuk tahap selanjutnya. Saat itu saya mendapatkan juara 2, saya merasakan kecewa yang amat mendalam karena itu adalah pengalaman pertama saya secara resmi di bidang olahraga.

Setelah kegagalan yang saya dapati di SD dulu, saya menjadi lebih semangat dalam berlatih di rumah saya yang bersebelahan dengan lapangan badminton Megaria. Kini sudah hancur untuk pembangunan perumahan di kawansan gang Lupus, serta alasan di bongkar juga karena kontstruksinya yang terbuat dari kayu balok yang telah dimakan usia. Kembali ke masa SD. Setelah melewatinya saya akhirnya berkesempatan lagi mewakili sekolah tapi dengan jenjang yang berbeda yakni tingkat SMP. Apa daya untuk berlaga di luar daerah, main pertama saja sudah kalah. Peta kekuatan saat itu terdapat di golongan kaum chienese yang tergolong kaum berduit , mereka hebat berkat latihan dan pelatih yang mereka sewa.

Walhasil harapan saya pun pupus untuk menjadi seperti Mohammad Asan, Markis Kido, Taufiq Hidayat dkk. Tetapi tuhan berkata lain, di saat saya vakum dalam dunia bulu tangkis dan mulai merambat ke dunia futsal, saya di berikan kesempatan lagi oleh-Nya untuk mengikuti ajang 02SN antar SMK (Baca:bukan SMA) dan Alhamdulillah juara lalu mewakili Karimun di Tg. Pinang. Di sana saya meraih juara 2 dengan membawa medali perak dan bebrapa bonus, medali perak yang saya gantung di kamar adalah medali pertama yang saya dapatkan selama mengikuti berbagai ajang perlombaan, pertandingan di segala bidang olahraga
Untuk sepak bola saya tidak pernah mengikuti  turnamen pemerintah sampai keluar hanya dalam skala kabupaten karimun, yaitu pada liga pelajar tingkat SMA se-derajat dan mendapatkan juara 2 dan Tarkam di berbagai kecamatan Kab. Karimun yang mayoritas kepulauan.

Berbeda dengan futsal, olahraga yang saya geluti ketika memasuki SMK N 1 Karimun ini sudah banyak mengahasilkan beberapa barang yang saya impikan dan juga telah banyak mengantar saya jalan-jalan ke luar daerah. Alhamdulillah tahun 2015 lalu saya sudah berhasil mendarat di bandara Soerkarno Hatta -walau hanya transit- berkat perjalanan perdana saya dari bandara Hang Nadim Batam, lalu dari Soe-hatta menuju banadar Mohammad Nor Samsudin,banjarmasin untuk berlaga. Ketika itu saya dan para pemain perwakilan KEPRI beserta official tengah mengikuti Pra Pon fase ke II. Jauh sebelumnya fase pertama di adakan di kota Palembang, tetapi saya tidak ikut karena lebih memilih kuliah. Konon rezeki tidak kemana, seperti itu lah saya yang pupus tidak dapat ikut serta ke Palembang tapi pada akhirnya dapat juga mencicipi pesawat ke kota Banjarmasin.

Kesuksesan karir di futsal ini tidak terlepas dari keikutsertaan saya di event sebelumnya, yaitu Porprov yang diselenggarakan di kota karimun sendiri. Kami mendapat juara 2 dan yang kampiunnya adalah batam.
Inilah pengalaman yang paling berkesan selama hidup saya, tentu tidak akan dilupakan kelak ketika saya mempunyai keluarga.

Entah kenapa kini semua hobby saya itu sudah sirna dan perlahan mulai tenggelam, mungkin karena status saya sudah berubah dari yang dulu siswa kini telah menjadi mahasiswa. Setelah penghujung Pilkada kemaren saya lebih peka terhadap kaum protelar, saya tertarik untuk membicarakan pejabat yang yang tidak benar dalam mengemban tugasnya, kaum tertindas makin merajalela, dan penderitaan masyarakat yang tidak berkesudahan.

Tetapi itu hanya sebagian kemungkinan kecil yang bisa merubah mindset saya sekarang, toh semester 1 dan 2 saya masih mencintai bahkan menekuni hobby tersebut. Yang besah pengaruhnya adalah di tanamnya dogma-dogma PMII setelah saya mulai tertarik untuk bergabung dengan organisasi buatan orang NU ini.

Dengan adanya tenaga stimulus ini menjadikan saya lebih peka terhadap persoalan-persoalan yang di anggap tabu untuk di angkat oleh segelintir pejabat, terlebih generasi bangsa yang sudah mulai rusak dengan sikap, budaya, kultur yang kebarat-baratan.

Akhinya bagian penutup telah tiba, sebuah tulisan tentang saya sudah saya utarakan dengan tulus dan ikhlas serta tidak bermaksud RIYA apa lagi sombong. Secara substansi ini hanya sebuah upaya pengenalan diri  ke orang yang saya kenal memalui media dengan metode penulisan. 

Harapan saya cuman 1, semoga dengan eksetiensinya tulisan-tulisan saya bisa lebih menyemangati para penulis muda karimun dalam berkaya di bidang tulis menulis –sebar menyebarkan ilmu.

Bung Karno
‘’ Jika masih ada rasa malu dalam berbuat kebaikan di jiwa anda, maka anda tidak akan pernah menemukan kemajuan dalam diri anda sendiri “

No comments: